Sunday, January 9, 2005

Menerobos Gelap


Ku ikrarkan hati untuk maju melangkah pergi
Menerobos dinding-dinding gelap ini
Tak ku pertanyakan lagi seperti waktu itu
Pernah ku terjebak tanpa satu teman menemaniku

Ketika (selagi) aku tenggelam dalam kesunyian ini
ku coba mendamaikan hatiku
Sepatutnya aku mampu melaluinya
Menjejakkan kakiku meretaskan jiwa
(Melangkahkan kakiku menuju cahaya)

Tegaskan diriku untuk melewatkan hari
Dengan keyakinan hati aku kumiliki
Biar, aku ikhlaskan peluhku basahi jiwaku
Sirami hatiku... aku akan tetap terus melangkah

Siapa Gerangan Dirinya

Aku sayapnya... tambatan hatinya
Yang mengilhami tiap langkah hidupnya
Begitu adanya... dalam goresan pena
Ia suratkan berkala untukku
Tak sekalipun kujumpai dia

Tak pernah berhenti mencintaiku
Seluruh jiwa raga meskipun samar
Siapakah gerangan dirinya

Aku nafasnya mungkin pula nadinya
Kan menjaga denyut jiwanya
Berartinya aku dimata hatinya
T'lah meniupkan cinta sejatinya
Sungguh enggan ia merelakan aku

Tak pernah berhenti mencintaiku
Seluruh jiwa raga hati meskipun samar
Siapakah gerangan dirinya

Elok

Aku.. membayangkan surga ada di depanku
depan mataku..
Saat aku menikmati teduhnya wajahmu
Indah hatimu

Tak jemu-jemu ku pandang
Begitu elok kau tercipta

Tak pernah henti-hentinya aku
Terus mencintai dirimu
Tak pernah henti-hentinya aku
Tetap menyayangi dirimu
Seperti adanya diriku
Seperti adanya aku ini
Seperti adanya diriku
Aperti adanya...

Aku ingin melupakan hasrat tuk melangkah sejenak pergi
Inginku sempurnakan hidupku disampingmu memeluk jiwamu

Tak jemu-jemu ku pandang
Begitu elok kau tercipta

Menanti Sebuah Jawaban

Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu
Seiring jejak kakiku bergetar
Aku tlah terpaku oleh cintamu
Menelusup hariku dengan harapan
Namun kau masih terdiam membisu

Sepenuhnya aku...ingin memelukmu
Mendekap penuh harapan...tuk mencintaimu
Setulusnya aku...akan terus menunggu
Menanti sebuah jawaban tuk memilikimu

Betapa pilunya rindu menusuk jiwaku
Semoga kau tau isi hatiku...
Dan seiring waktu yang terus berputar
Aku masih terhanyut dalam mimpiku

Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu

Tak Hanya Diam

Meresap kecup hangat... sebentuk cinta
T'lah terukir di dalam jiwaku
Seperti tetes embun menyegarkan hari
Terciptakan keajaiban di hati..

Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta tak hanya diam

Aku yang berkelana mengarungi hidup
Mencari untaian arti, makna...
Apakah sesungguhnya balasan dari cinta
Pasti bukan harta dunia semata...

Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta bukan hanya pertautan hati
Cinta bukan hasrat luapan jiwa
Cinta tak hanya diam...

Jika mungkin bumi harus terguncang badai
Tapi cinta takkan mungkin hilang

Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta bukan hanya pertautan hati
Cinta bukan hasrat luapan jiwa
Cinta adalah cinta

Prolog

Kulayangkan pandangku .. Melalui kaca jendela
Dari tempatku bersandar Seiring lantun kereta
Membawaku melintasi tempat-tempat yang indah
Membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna

Kualunkan rinduku .. selepas aku kembali pulang
Tak akan kulepaskan dekapku .. karena
Kutahu pasti aku merindukanmu
Seumur hidupku selama-lamanya

Perjalanan inipun kadang merampas bijak hatiku
Sekali waktupun mungkin menggoyahkan pundi cintaku
Menetaskan setiaku .. menafikan engkau disana
Maafkanlah aku cepat ku kembali

Kualunkan rinduku .. selepas aku kembali pulang
Tak akan kulepaskan dekapku .. karena
Kutahu pasti aku merindukanmu
Seumur hidupku selama-lamanya

Kutautkan hatiku .. kuikrarkan janji ..
Kubawa pulang diriku hanya untukmu
Kusanjungkan mimpi-mimpi hangati malam
Rindu ini membakar hatiku Kuakan kembali pulang ..
Kuakan kembali pulang

Na .. na .. na .. [2x]

Aku ingin cepat kembali ..
Aku ingin cepat disampingmu ..

Wednesday, November 17, 2004

Saksi Gitar Tua - Tribute to Ian Antono

biar tuan caci aku takkan mau pergi
biar nyonya maki aku tetap saja suka
ceritakan tembang cinta kedamaian
suburkan benih cinta kasih sayang

gitar tua ini ku jadikan saksi mati
kata-kata suci yang disuarakan saat malam
saat nyonya antarkan tuan tidur
saat tuan temani nyonya mimpi

aku lihat berjuta manusia
yang merintih lantaran hidupnya
terperangkap ke dalam lubang dusta
terperosok ke dalam lembah nista



Tribute to Ian Antono adalah album kompilasi dari Indonesian Voices sebagai bentuk apresiasi dari pencipta lagu Ian Antono. Berisi 12 buah lagu ciptaan Ian Antono yang dinyanyikan oleh musisi Indonesia yang bernaung di bawah perusahaan rekaman Sony Music. Dengan hits singel berjudul Rumah Kita yang diambil dari album Semut Hitam grup band God Bless.

Daftar lagu

Rumah Kita – Indonesian Voices
Saksi Gitar Tua – Padi
Tertipu Lagi – GIGI
Uang – Cokelat
Bla–Bla–Bla – EdanE
Menanti Kejujuran – Rebek
Neraka Jahanam – Yovie & The Nuno
Untuk Selamanya – The Collaboration
Yang Hilang – Gallagasi
Zakia – Boomerang
Panggung Sandiwara – Sheila on 7
Suka – /rif



Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Tribute_to_Ian_Antono
https://www.reverbnation.com/rifband/album/543-a-tribute-to-ian-antono