Friday, November 16, 2007

Terluka

Langit masih terbalut mendung hitam
Masihku cemas bila saatnya datang
Badai... angin... topan menghempas
Segalanya... kapankah akan berakhir

Lumpur merendam
Pilunya belumlah sirna
Jika mentari panasnya tak lagi menyengat
Apakah ini adalah.... akhir dari
Tempatku berpijak

Kita mungkin terluka
Ataupun bisa mati
Tapi janganlah pernah menyalahkan hidup

Siapkan hati
Siapkan jiwa
Atas segalanya yang bisa terjadi

Gelombang biru menghunjam menyapu bumi
Puing-puing tersisa
Mengiris hati

Bilakah fajar akan bersinar
Dan berpijar lagi menerangi dunia

Kita mungkin terluka
Ataupun bisa mati
Tapi janganlah pernah menyalahkan hidup

Persiapkan hati
Persiapkan jiwa
Atas segalanya yang bisa terjadi

Biar terjadi

Biar terjadi

Kita mungkin terluka
Ataupun bisa mati
Tapi janganlah pernah menyalahkan hidup

Persiapkan hati
Persiapkan jiwa
Atas segalanya yang bisa terjadi

Kita mungkin terluka
Ataupun bisa mati
Tapi janganlah pernah menyalahkan hidup

Persiapkan hati
Persiapkan jiwa
Atas segalanya yang bisa terjadi

Bila terjadi

Rencana Besar

Bisakah aku singgah di hatimu
Berharap sebentuk tempat yang tulus
Sesuatu yang ku percaya ada tersimpan di sana

Terlalu lama aku harus terdiam
atau mungkin ku tak percaya sungguh,
Akan kesempatan dan kemungkinan yang terjadi nanti
Kerna ku yakin ada pintu yang terbuka
Di antara hatiku dan hatimu

Its been years since we've met
And days had gone by
Now its time to make up my mind
And I hope that we can make it to the end

Bila firasat ini memang benar memilikimu adalah maksud
Dari sebuah rencana besar merubah hidupku

Jikalau aku harus berhitung benar
Akan kemungkinan yang bisa ada
Bila ku bisa memiliki mu bahagialah aku

Kerna ku yakin ada pintu yang terbuka
Di antara hatimu dan hatiku

Its been years since we've met
And days had gone by
Now its time to make up my mind
And I hope that we can make it to the end

Its been years since we've met
And days had gone by
Now its time to make up my mind
And maybe I could never have you in my life

Perkenankan aku singgah dihati mu
Berharap sebentuk tempat yang tulus
Sesuatu yang kupercaya ada tersimpan disana

Belum Terlambat

Belumlah terlambat untuk mengerti
Dan belum terlambat untuk menumbuhkan cintaku...

Di pangkuan hati titian hidupku
Tak pernah ku tahu ada sesuatu
Didalam jiwamu membahagiakan dirimu
Betapa ku sungguh tak menyadari itu

Apakah cinta membahagiakanmu
Sesuatu yang ingin kumiliki

Belumlah terlambat untuk mengerti
Dan belumlah terlambat untuk menumbuhkan cintaku...
Selama hidup sepanjang usiaku
Tak sekali pun pernah menyentuh wujudnya

Membayangkan itu aku pun mencoba
Mengerti sedikit tentang perasaan itu
Pernah terkabulkan oleh pilu kepedihan'
Mungkin aku salah mengartikan itu semua....

Apakah cinta membahagiakanmu
Sesuatu yang ingin kumiliki

Harmony

Aku mengenal dikau
Tak cukup lama separuh usia ku
Namun begitu banyak..pelajaran
Yang aku terima

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Kan terwujud Harmony

Segala kebaikan..
Takkan terhapus oleh kepahitan
Kulapangkan resah jiwa..
Karna kupercaya..
Kan berujung indah

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Kan terwujud harmony

Sang Penghibur


Setiap perkataan yang menjatuhkan tak lagi kudengar dengan sungguh
Juga tutur kata yg mencela
Tak lagi kucerna dalam jiwa
Aku bukanlah seorang yang mengerti
Tentang kelihaian membaca hati
Ku hanya pemimpi kecil
Yang berangan 'tuk merubah nasibnya

O...
Bukankah ku pernah meilhat bintang
Selau menghasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya

Ku gerakkan langkah kaki
Dimana cinta akan bertumbuh
Kulayangkan jauh mata memandang
Tuk melanjutkan mimpi yg terputus
Masih ku coba mengejar rindu
Meski pelun membahasi tanah
Lelah penat tak menghalangiku
Menemukan bahagia

O...
Bukankah ku pernah melihat bintang
Selalu menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya...

O...
Bukankah kubisa melihat bintang
Selalu menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Bukankah hidup adalah perhentian
Kita harus kencang terus berlari
Kuhelakan nafas panjang
'Tuk siap berlari kembali
Berlari kembali
Melangkahkan kaki
Menuju cahaya
Bagai bintang yang bersinar
Menghibur yang lelah jiwanya
Bagai bintang yang berpijar
Menghibur yang sedih hatinya

Thursday, November 17, 2005

26 Desember - Kita Untuk Mereka

Wahai kawanku tercinta
Keringkanlah air matamu
Jangan lagi kau tangisi lagi hidupmu
Karna hidupmu masih kan berarti

Kepalkan lagi tangan mu
Leburkan pedih hatimu
Kuatkan langkah kakimu, kawanku
Untuk menapak hari depan nanti

Uluran tangan ku ini
Tak tertandingkan oleh hancurnya hatimu
Saat dia meninggakan dirimu

Tak pernah semudah bicara
Takkan semudah ku berkata
Namun percayalah bahwa esok hari
Semua kan berganti lebih baik

Uluran tangan ku ini
Tak tertandingkan oleh hancurnya hatimu
Saat dia meninggalkan dirimu
Saat dia meninggalkan dirimu

Oooo….

Uluran tangan ku ini
Tak tertandingkan oleh hancurnya hatimu
Uluran tangan ku ini
Tak tertandingkan oleh pilunya jiwamu
Saat dia meninggalkan dirimu
Saat dia meninggalkan dirimu



Kita Untuk Mereka adalah album kompilasi dri Indonesian Voices sebagai bentuk ungkapan bela sungkawa mereka atas peristiwa Tsunami 2004 yang mengguncang Aceh dan Sumatera Utara. Didukung oleh puluhan musisi dengan lagu utama Kita Untuk Mereka yang dinyanyikan oleh Indonesian Voices. Indonesian Voices sendiri terdiri atas seluruh musisi Indnesia yang bernaung di bawah perusahaan rekaman Sony BMG Indonesia.

Indonesian Voices yang terdiri dari /rif, Achmad Albar, Alena, Gigi, Audy, Baim, Bob Tutupoly, Camelia Malik, Naif, Dea Mirella, Delon, Denny & Didan, Sheila On 7, Ebiet G. Ade, Edo Kondologit, Padi, Gita Gutawa, Gito Rollies, Glenn Fredly, Harvey Malaiholo, Iga Mawarni, Ikke Nurjanah, Ita Purnamasari, Kenny, Cokelat, Kristina, Marshanda, Mayangsari, Neno Warisman, Nia Zulkarnaen, Pinkan Mambo, Rieka Roslan, Rio Febrian, Ronnie Sianturi, Boomerang, Ruth Sahanaya, Sita Nursanti, Syaharani, Tasya, Tia, Titiek Puspa, Tofu, Trie Utami, Ubiet, Vina Panduwinata, Warna, Yon Koeswoyo, Yopie Latul, Yovie & Nuno, Lea Simanjuntak, Crossbottom, Saint Loco, dan Natasha Chairani.


Daftar lagu

Kita Untuk Mereka (Indonesian Voices)
Ulurkan Tangan (Sheila on 7)
26 Desember (Padi)
Lupakah Engkau ? (Audy)
Tameu Jroeh' Jroeh/ Saling Manyayangi (Yovie & The Nuno)
Bilur (/rif)
Pasrahkan Padanya (Cokelat)
Dari Dia (Rio Febrian)
Satu Bintang (Lea Simanjuntak)
Mata Hati (Crossbottom)
Tangis Negeriku (Saint Loco Feat. Glenn Fredly)
Kehendakmu (Gigi)


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Kita_untuk_Mereka

Sunday, January 9, 2005

Masih Tetap Tersenyum


Ketika keretaku tak datang lagi
Menjeput cintaku yan telah.. lama mati
Seperti layaknya bintang.. tak bersinar
Namun aku masih tetap tersenyum

Ketika kekasihku menginggalkan aku
Ku tak tahu kemana dia telah pergi
Tak tersentuh, tak terjamah, tak kudengar lagi
Namun aku masih menikmati hidup...

Ketika keretaku telah datang kembali
Membawa cintaku tertera di dasar hati
Menawarkan kepedihan di antara tawa
Namun aku masih tetap tersenyum