Thursday, December 9, 1999

Sobat

Sobat, aku sungguh tak mengerti
Semua ini bisa terjadi
Setelah perkenalan itu aku terhanyut
Aku seberat-beratnya tak kuasa
Dambakannya, rindukannya

Kutahu dia milikmu tercinta
Sebagai kembang yang kaupilih
Namun hatiku, hatinya, mengisyaratkan rasa
Ingin memetik, melangkah, menjadikan ikatan abadi oh...
Dambakannya, rindukannya

Oh sobat, maafkan aku mencintainya
Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti
Oh sobat, maafkan aku mencintainya
Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti

Kucoba menahan himpitan rasa itu
Merajam keruhnya jiwaku
Mengapa hidupku dan dirinya terikat rasa tulus
Tak 'kan menyusutkan pelukku dan rindunya
Dambakannya, rindukannya

Oh sobat, maafkan aku mencintainya
Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti
Oh sobat, maafkan aku mencintainya
Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti

Dambakannya, rindukannya
Oh sobat, maafkan aku mencintainya
Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti
Oh sobat, maafkan aku mencintainya
Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti

Seperti Kekasihku

Engkau... seperti kekasihku yang dulu
Sungguh... hadirmu menyejukkan risau jiwaku
Begitu lekatnya... perasaanku kini padamu
Hingga... anganku kusandarkan padamu

Memang gerakmu memang langkahmu
Mengingatkan aku pada dirinya yang telah berlalu
Inginku menyangkal inginku membantah
Betapa pesona dirimu memikat erat jiwaku

Mungkin... terbuai mungkin aku terlena
Ada... keinginan yang tak tentu arah
Engkau... tercipta bukan untuk bersama
Biar... kunikmati kerinduan ini

Maafkan aku yang selalu teringat akan dirinya
Menggugah segala yang ada dalam kenanganku
Sedapatnya aku menepis keinginan itu
Kuharap engkau dapat memaafkan aku

Apa yang terpancar dari dalam hati
Tak dapat aku bantah tak mampu kusingkirkan
Sesungguhnya aku sangat ingin melupakan
Inginku melupakan .... inginku melupakan ....

Engkau... seperti kekasihku yang dulu
Sungguh... hadirmu menyejukkan risau jiwaku

Disini Tanpamu

Berjalan lagi lalui hari, warnai hitam putih hidup ini
Mencoba mencari impi jiwa
Yang tertidur dalam derasnya
Sisi dunia yang terus berputar membawa diriku

Kucoba lagi tuk berbalik menatap jejak yang sempat kuukir
Namun ternyata aku tertinggal
Dari langkah-langkah yang berlalu cepat
Meninggalkan diriku sendiri dalam sunyiku

Dan aku tak ingin di sini tanpamu
Menanti waktu yang berlalu
Membawa ke batas nanti yang kurasa
Takkan mungkin kutemui selamanya tanpa dirimu di sisiku

Begitu rupa cobaan kutemui
Mencoba menghempasku ke jalan penuh liku
Dan kuanggap itu semua
Bagian dari cerita hidupku yang takkan berakhir

Mahadewi


Hamparan langit maha sempurna,
Bertahta bintang - bintang angkasa
Namun satu bintang yang berpijar,
Teruntai turun menyapa ku

Ada tutur kata terucap,
Ada damai yang kurasakan
Bila sinarnya sentuh wajahku,
Kepedihanku pun... terhapuskan

Alam rayapun semua tersenyum,
Merunduk dan memuja hadirnya
Terpukau aku menatap wajahnya,
Aku merasa mengenal dia...

Tapi ada entah dimana,
Hanya hatiku mampu menjawabnya
Mahadewi resapkan nilainya,
Pencarianku pun... usai sudah

Mahadewi resapkan nilainya,
Mahadewi tercipta untukku
Mahadewi resapkan nilainya,
Mahadewi tercipta untukku

Begitu Indah

Bila cinta menggugah rasa
Begitu indah mengukir hatiku
Menyentuh jiwaku
Hapuskan semua gelisah

Duhai cintaku duhai pujaanku
Datang padaku tetap di sampingku
Kuingin hidupku
Selalu dalam peluknya

Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya
Karena dia karena dia begitu indah

Duhai cintaku pujaan hatiku
Peluk diriku dekaplah jiwaku
Bawa ragaku
Melayang memeluk bintang

Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya
Karena dia karena dia begitu indah

Terlanjur

Katakanlah padaku bila engkau mau
Melabuhkan hatimu bersandar padaku
Kau tau aku tak bisa jauh darimu
Walau hanya sekedar sejenak berpaling saja

Biarkan semua orang tahu, engkau memang kekasihku
Karena kuterlanjur mencintai dirimu
Biarkan semua orang tahu, engkau memang kekasihku
Karena kuterlanjur mencintai dirimu

Percayalah padaku, yakinkan dirimu
Menepiskan perasaan atas masa lalumu itu
Persilakan saja aku yang mengerti kamu
Memaksa untuk melupakan tentang kekasihmu itu

Beri Aku Arti

Menjumpai hari suasana sepi
Menikmati nafas alam tak berasa
Beragam warna terbayang sekilas
Menyingkirkan luka, tanpa diminta...

Pernahkah kusadar tanpa itu semua
Dalam terang surya selalu terjaga
Memahami makna arti kenyataan
Keremangan senja selipkan hampa...

Dimana kawanku... inginku menyapa
Beri aku ruang... tempatkan diriku
Dimana kawanku... semakin menjauh
Beri aku arti... tak ingin berbeda

Kau palingkan wajah acuhkan muka
Menyamakan arti bukan suara hati
Ingin berbicara hasrat pengungkapan
Masih pantaskah aku disampingmu...