Monday, November 17, 2003
Doaku - Family Songs Hadad Alwi
Bismillah Yaa Rahmaanu Yaa Rahim Bismillah
Bismillah Yaa Fattahu Yaa Halim Bismillah
Yaa Allah Yaa Mannaanu Yaa Karim Yaa Allah
Yaa Allah Yaa Mannaanu Yaa Karim Yaa Allah
Bismillah, Bismillah, Bismillah
Yaa Rabby sudilah pandang kami
Terangi jalan gelap ini
Jangan biarkan aku terus sendiri
Mencari mendaki dan berduri
Yaa Rabby dengarlah doaku ya Rabbiy
Hadirlah dalam kehidupan kematian kami
Coba dan uji kan kulalui
Ya Allah Ya Rahman Ya Rokhim
Yaa Rabby sudilah pandang kami
Terangi jalan gelap ini
Jangan biarkan aku terus sendiri
Mencari mendaki dan berduri
Yaa Rabby dengarlah doaku Ya Rabbiy
Hadirlah dalam kehidupan kematian kami
Coba dan uji kan kulalui
Ya Allah Ya Rahman Ya Rakhim
Bismillah Yaa Rahmaanu Yaa Rahim Bismillah
Bismillah Yaa Fattahu Yaa Halim Bismillah
Yaa Allah Yaa Mannaanu Yaa Karim Yaa Allah
Yaa Allah Yaa Mannaanu Yaa Karim Yaa Allah
Bismillah, Bismillah, Bismillah
Sumber foto :
https://www.smule.com/song/haddad-alwi-fadly-ahoyy_7-doaku-instrumental-ahoyy_7-karaoke-lyrics/6217289_6217289/arrangement
Wednesday, June 18, 2003
Repihan Hati
Sahabat .. dengarkanlah sekedar pintaku ini
Aku ingin mencurahkan luapan isi hatiku
Telah lama engkau tahu diriku terbeban perih
Hanya engkau yang berkenan menemani hidupku
Tiada yang sebaik dirimu
Tak setulus teduh caramu
Tak semurni palung sikapmu
Yang menguatkan semangatku (harapanku)
Sebelum tiba saat rebahkan tubuhku
Sebelum tiba saat lepaskan jiwaku
Sahabat dengarkanlah repihan isi hatiku
Aku ingin engkau tahu berartinya kau bagiku
Sesungguhnya tubuh ini tak mampu bertahan lagi
Meski hanya untuk bisa menggenggam tanganmu
Aku ingin mencurahkan luapan isi hatiku
Telah lama engkau tahu diriku terbeban perih
Hanya engkau yang berkenan menemani hidupku
Tiada yang sebaik dirimu
Tak setulus teduh caramu
Tak semurni palung sikapmu
Yang menguatkan semangatku (harapanku)
Sebelum tiba saat rebahkan tubuhku
Sebelum tiba saat lepaskan jiwaku
Sahabat dengarkanlah repihan isi hatiku
Aku ingin engkau tahu berartinya kau bagiku
Sesungguhnya tubuh ini tak mampu bertahan lagi
Meski hanya untuk bisa menggenggam tanganmu
Patah
Bagai serpih-serpih pasir di pantai
Tersapu gelombang pasang
Meski harus hilang terpecah karang
Meninggalkan kenangan abadi
Ada tersimpan rasa perih mendera
Mengingat engkau disaat itu
Masih tentang cerita engkau dan dia
Yang tak pernah terukir indah
Kau bawa aku renungi apa yang terjadi
Kau bawa aku resapi semua tangismu itu
Memelukmu kuingin
Menyentuhmu kuingin
Dan mengucapkan sepatah kata
Namun air mata meski tercurah
Memandu cerita itu
Jiwamu tak mampu menahan semua
Ketidakberdayaan ini
Kau patahkan semua cerita hidupmu
Kau remukkan harapan yang tumbuh di hati
Memelukmu kuingin
Menyentuhmu kuingin
Dan mengucapkan sepatah kata
Sesuatu Yang Tertunda
Disini aku sendiri, menatap relung-relung hidup
Aku merasa hidupku, tak seperti yang kuimingkan
Terhampar begitu banyak warna kelam sisi diriku
Seperti yang mereka tahu, seperti yang mereka tahu
Aku merasa disudutkan kenyataan
Menuntut diriku dan tak sanggup ku melawan
Butakan mataku semua tentang keindahan
Menggugah takutku, menantang sendiriku
Temui cinta, lepaskan rasa
Disini aku sendiri masih seperti dulu yang takut
Aku merasa hidupku pun surut tuk tumpukan harap
Tergambar begitu rupa, samar seperti yang kurasakan...
Kenyataan itu pahit, kenyataan itu sangatlah pahit
Aku merasa hidupku, tak seperti yang kuimingkan
Terhampar begitu banyak warna kelam sisi diriku
Seperti yang mereka tahu, seperti yang mereka tahu
Aku merasa disudutkan kenyataan
Menuntut diriku dan tak sanggup ku melawan
Butakan mataku semua tentang keindahan
Menggugah takutku, menantang sendiriku
Temui cinta, lepaskan rasa
Disini aku sendiri masih seperti dulu yang takut
Aku merasa hidupku pun surut tuk tumpukan harap
Tergambar begitu rupa, samar seperti yang kurasakan...
Kenyataan itu pahit, kenyataan itu sangatlah pahit
Menjadi Bijak
Betapa ini sangat berarti
Membagi gelisah dengan dirimu kawan
Kau kepakkan kau terbangkan sayap pikiranku
Menembus ruang dan waktuku
Membangunkan lelap jiwaku
Setelah lama tertidur
Ada benarnya ucapan katamu
Memang hidup itu harus begini adanya
Kau kepakkan .. kau terbangkan sayap pikiranku
Menembus ruang dan waktuku
Membangunkan lelap jiwaku
Setelah lama tertidur
Terukir ..
Lebih baik hidupku
Membagi gelisah dengan dirimu kawan
Kau kepakkan kau terbangkan sayap pikiranku
Menembus ruang dan waktuku
Membangunkan lelap jiwaku
Setelah lama tertidur
Ada benarnya ucapan katamu
Memang hidup itu harus begini adanya
Kau kepakkan .. kau terbangkan sayap pikiranku
Menembus ruang dan waktuku
Membangunkan lelap jiwaku
Setelah lama tertidur
Terukir ..
Lebih baik hidupku
Menanti Keajaiban
Tak semudah bagiku untuk bisa meredakan resahku
Meski kucoba menyangkal
Sungguh merisaukan benakku
Aku memimpikan malaikat
Berkenan menemani aku
Tuk sekedar melipurkan hati
Dengan setulus hati
Betapa aku telah lama tinggalkan binar di hatiku
Atau mungkin kan tertawa
Namun jiwaku terasa jauh
Tak lelah kupandang langit
Berjuta harap ku menanti
Penuh harap kumenanti.......
Keajaiban datang dan menghampiriku
Oh ..
Aku tak tahu apa yang kan kutemui
Aku masih menunggu dan menunggu
Berharap akan datang keajaiban ..
Seharusnya aku tak patut bersedih
Atas semua yang terjadi kepadaku
Aku merasa bahwasanya hidup ini
Tak lebih dari sebuah perjalanan
Hingga saat ku tiba
Semoga tak lelah aku berpeluh
Hingga saat ku tiba
Kuharap temukan apa yang ku cari
Meski kucoba menyangkal
Sungguh merisaukan benakku
Aku memimpikan malaikat
Berkenan menemani aku
Tuk sekedar melipurkan hati
Dengan setulus hati
Betapa aku telah lama tinggalkan binar di hatiku
Atau mungkin kan tertawa
Namun jiwaku terasa jauh
Tak lelah kupandang langit
Berjuta harap ku menanti
Penuh harap kumenanti.......
Keajaiban datang dan menghampiriku
Oh ..
Aku tak tahu apa yang kan kutemui
Aku masih menunggu dan menunggu
Berharap akan datang keajaiban ..
Seharusnya aku tak patut bersedih
Atas semua yang terjadi kepadaku
Aku merasa bahwasanya hidup ini
Tak lebih dari sebuah perjalanan
Hingga saat ku tiba
Semoga tak lelah aku berpeluh
Hingga saat ku tiba
Kuharap temukan apa yang ku cari
Cahaya Mata
Teduhkanlah hatiku
Lelahkanlah jiwaku
Duhai engkau cahaya mataku
Yang menuntun jalanku
Yang memandu hidupku
Yang meredupkan pedih penatku
Tersenyumlah
Bahagialah
Sungguh engkau
Yang melumpuhkan hatiku
Yang melipurkan rinduku
Senyuman itu menyenangkan aku
Lelahkanlah jiwaku
Duhai engkau cahaya mataku
Yang menuntun jalanku
Yang memandu hidupku
Yang meredupkan pedih penatku
Tersenyumlah
Bahagialah
Sungguh engkau
Yang melumpuhkan hatiku
Yang melipurkan rinduku
Senyuman itu menyenangkan aku
Subscribe to:
Posts (Atom)

