Wednesday, November 17, 2004

Saksi Gitar Tua - Tribute to Ian Antono

biar tuan caci aku takkan mau pergi
biar nyonya maki aku tetap saja suka
ceritakan tembang cinta kedamaian
suburkan benih cinta kasih sayang

gitar tua ini ku jadikan saksi mati
kata-kata suci yang disuarakan saat malam
saat nyonya antarkan tuan tidur
saat tuan temani nyonya mimpi

aku lihat berjuta manusia
yang merintih lantaran hidupnya
terperangkap ke dalam lubang dusta
terperosok ke dalam lembah nista



Tribute to Ian Antono adalah album kompilasi dari Indonesian Voices sebagai bentuk apresiasi dari pencipta lagu Ian Antono. Berisi 12 buah lagu ciptaan Ian Antono yang dinyanyikan oleh musisi Indonesia yang bernaung di bawah perusahaan rekaman Sony Music. Dengan hits singel berjudul Rumah Kita yang diambil dari album Semut Hitam grup band God Bless.

Daftar lagu

Rumah Kita – Indonesian Voices
Saksi Gitar Tua – Padi
Tertipu Lagi – GIGI
Uang – Cokelat
Bla–Bla–Bla – EdanE
Menanti Kejujuran – Rebek
Neraka Jahanam – Yovie & The Nuno
Untuk Selamanya – The Collaboration
Yang Hilang – Gallagasi
Zakia – Boomerang
Panggung Sandiwara – Sheila on 7
Suka – /rif



Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Tribute_to_Ian_Antono
https://www.reverbnation.com/rifband/album/543-a-tribute-to-ian-antono

Monday, November 17, 2003

Doaku - Family Songs Hadad Alwi


Bismillah Yaa Rahmaanu Yaa Rahim Bismillah
Bismillah Yaa Fattahu Yaa Halim Bismillah
Yaa Allah Yaa Mannaanu Yaa Karim Yaa Allah
Yaa Allah Yaa Mannaanu Yaa Karim Yaa Allah
Bismillah, Bismillah, Bismillah

Yaa Rabby sudilah pandang kami
Terangi jalan gelap ini
Jangan biarkan aku terus sendiri
Mencari mendaki dan berduri

Yaa Rabby dengarlah doaku ya Rabbiy
Hadirlah dalam kehidupan kematian kami
Coba dan uji kan kulalui
Ya Allah Ya Rahman Ya Rokhim

Yaa Rabby sudilah pandang kami
Terangi jalan gelap ini
Jangan biarkan aku terus sendiri
Mencari mendaki dan berduri

Yaa Rabby dengarlah doaku Ya Rabbiy
Hadirlah dalam kehidupan kematian kami
Coba dan uji kan kulalui
Ya Allah Ya Rahman Ya Rakhim

Bismillah Yaa Rahmaanu Yaa Rahim Bismillah
Bismillah Yaa Fattahu Yaa Halim Bismillah
Yaa Allah Yaa Mannaanu Yaa Karim Yaa Allah
Yaa Allah Yaa Mannaanu Yaa Karim Yaa Allah
Bismillah, Bismillah, Bismillah


Sumber foto :
https://www.smule.com/song/haddad-alwi-fadly-ahoyy_7-doaku-instrumental-ahoyy_7-karaoke-lyrics/6217289_6217289/arrangement

Wednesday, June 18, 2003

Repihan Hati

Sahabat .. dengarkanlah sekedar pintaku ini
Aku ingin mencurahkan luapan isi hatiku
Telah lama engkau tahu diriku terbeban perih
Hanya engkau yang berkenan menemani hidupku

Tiada yang sebaik dirimu
Tak setulus teduh caramu
Tak semurni palung sikapmu
Yang menguatkan semangatku (harapanku)

Sebelum tiba saat rebahkan tubuhku
Sebelum tiba saat lepaskan jiwaku

Sahabat dengarkanlah repihan isi hatiku
Aku ingin engkau tahu berartinya kau bagiku
Sesungguhnya tubuh ini tak mampu bertahan lagi
Meski hanya untuk bisa menggenggam tanganmu

Patah


Bagai serpih-serpih pasir di pantai
Tersapu gelombang pasang
Meski harus hilang terpecah karang
Meninggalkan kenangan abadi

Ada tersimpan rasa perih mendera
Mengingat engkau disaat itu
Masih tentang cerita engkau dan dia
Yang tak pernah terukir indah

Kau bawa aku renungi apa yang terjadi
Kau bawa aku resapi semua tangismu itu

Memelukmu kuingin
Menyentuhmu kuingin
Dan mengucapkan sepatah kata

Namun air mata meski tercurah
Memandu cerita itu
Jiwamu tak mampu menahan semua
Ketidakberdayaan ini

Kau patahkan semua cerita hidupmu
Kau remukkan harapan yang tumbuh di hati

Memelukmu kuingin
Menyentuhmu kuingin
Dan mengucapkan sepatah kata

Sesuatu Yang Tertunda

Disini aku sendiri, menatap relung-relung hidup
Aku merasa hidupku, tak seperti yang kuimingkan
Terhampar begitu banyak warna kelam sisi diriku
Seperti yang mereka tahu, seperti yang mereka tahu

Aku merasa disudutkan kenyataan
Menuntut diriku dan tak sanggup ku melawan
Butakan mataku semua tentang keindahan
Menggugah takutku, menantang sendiriku
Temui cinta, lepaskan rasa

Disini aku sendiri masih seperti dulu yang takut
Aku merasa hidupku pun surut tuk tumpukan harap
Tergambar begitu rupa, samar seperti yang kurasakan...
Kenyataan itu pahit, kenyataan itu sangatlah pahit

Menjadi Bijak

Betapa ini sangat berarti
Membagi gelisah dengan dirimu kawan

Kau kepakkan kau terbangkan sayap pikiranku
Menembus ruang dan waktuku
Membangunkan lelap jiwaku
Setelah lama tertidur

Ada benarnya ucapan katamu
Memang hidup itu harus begini adanya

Kau kepakkan .. kau terbangkan sayap pikiranku
Menembus ruang dan waktuku
Membangunkan lelap jiwaku
Setelah lama tertidur

Terukir ..
Lebih baik hidupku

Menanti Keajaiban

Tak semudah bagiku untuk bisa meredakan resahku
Meski kucoba menyangkal
Sungguh merisaukan benakku
Aku memimpikan malaikat
Berkenan menemani aku
Tuk sekedar melipurkan hati
Dengan setulus hati

Betapa aku telah lama tinggalkan binar di hatiku
Atau mungkin kan tertawa
Namun jiwaku terasa jauh

Tak lelah kupandang langit
Berjuta harap ku menanti
Penuh harap kumenanti.......
Keajaiban datang dan menghampiriku
Oh ..
Aku tak tahu apa yang kan kutemui

Aku masih menunggu dan menunggu
Berharap akan datang keajaiban ..

Seharusnya aku tak patut bersedih
Atas semua yang terjadi kepadaku
Aku merasa bahwasanya hidup ini
Tak lebih dari sebuah perjalanan

Hingga saat ku tiba
Semoga tak lelah aku berpeluh
Hingga saat ku tiba
Kuharap temukan apa yang ku cari